Main menu

Pemantauan reentry satelit Telkom 3

Final report (6 Feb 2021, 02:01 WIB)

Telkom 3 akhirnya dinyatakan jatuh pada 5 Februari 2021 pukul 16:35 WIB (bertepatan dengan 09:35 UT) +/- 7 menit. Ketika itu satelit diperkirakan melintas di atas Asia hingga Samudera Pasifik dengan pusat perkiraan lintasannya di atas Mongolia.

 

Lintasan permukaan (ground track) satelit Telkom 3 pada 5 Februari 2021 mulai pukul 16:28 hingga 16:59 WIB berdasarkan data yang diperoleh dari Space-track. Panah merah menunjukkan perkiraan lokasi saat ketinggian benda 10 km dari permukaan bumi. Sumber data: Space-track.

 

Update (5 Feb 2021, 16:01 WIB)

Prakiraan lintasan permukaan satelit Telkom 3 pada 5 Februari 2021 mulai pukul 12:52 hingga 20:52 WIB berdasarkan data yang diperoleh dari Space-track.

 

Berita baru (4 Feb 2021)

Pada tanggal 3 Desember tahun 2020, space-track.org merilis pesan bahwa Satelit Telkom 3 (NORAD 38744) diperkirakan akan mengalami reentry dalam 60 hari sejak pesan tersebut dirilis. Satelit Telkom 3 merupakan satelit berbobot 1845 kg yang diproduksi oleh ISS Reshetnev, Rusia atas pesanan PT Telkom Indonesia Tbk. Satelit tersebut diluncurkan pada tanggal 6 Agustus 2012 dari Baikonur Cosmodrome, Kazakhstan, menggunakan roket Proton/Briz-M. Karena masalah teknis, roket tersebut gagal mengantarkan satelit komunikasi tersebut ke orbit geostasioner yang direncanakan. Satelit Telkom 3 justru mengitari Bumi dengan orbit eksentrik, yakni dengan ketinggian maksimum (apogee) 5015 km dan ketinggian minimum (perigee) 267 km serta inklinasi 49,916°. Sejak tanggal 6 Agustus 2012 pukul 23 UT, Satelit Telkom 3 tercatat dalam katalog NORAD dengan nomor identifikasi 38744 serta pada katalog COSPAR dengan nomor identifikasi 2012-044A.

Gambar 1. Plot yang menyajikan perubahan parameter orbit Satelit Telkom 3 (NORAD 38744) sejak Agustus 2012 hingga Januari 2021. Adapun parameter yang disajikan adalah frekuensi gerak rerata dalam radian/menit (n), eksentrisitas (e), inklinasi dalam derajat (i), serta parameter hambatan atmosfer (B*).

 

Secara alami, objek tersebut mengalami peluruhan orbit serta sirkulerisasi sehingga ketinggian orbitnya berkurang sementara orbitnya semakin menyerupai lingkaran. Inklinasi orbit NORAD 38744 tidak mengalami perubahan secara signifikan sehingga objek ini masih melintas di atas wilayah yang berada di antara 49,9° lintang selatan dan 49,9° lintang utara. Evolusi parameter orbit NORAD 38744 disajikan pada Gambar 1.

Sejak pertengahan bulan Januari 2021, kami telah melakukan prediksi waktu jatuh NORAD 38744 secara seksama berdasarkan data TLE yang kami peroleh dari space-track.org. Evolusi orbit dari objek tersebut kami modelkan dengan metode semi-analitik yang memperhitungkan variabilitas kerapatan atmosfer Bumi yang bergantung pada kondisi cuaca antariksa. Berikut adalah risalah hasil prediksi yang kami lakukan sejak bulan Januari 2021: 

Tanggal Prediksi

Parameter Input

Prediksi Waktu Reentry

2021-01-18

TLE 2021-01-01 hingga 2021-01-15

2021-02-13 10:50 UT

2021-01-24

TLE 2021-01-17 hingga 2021-01-23

2021-02-06 06:39 UT

2021-01-31

TLE 2021-01-24 hingga 2021-01-29

2021-02-04 08:01 UT

2021-02-03

TLE 2021-01-29 hingga 2021-02-02

2021-02-05 15:30 UT

2021-02-04

TLE 2021-01-30 hingga 2021-02-03

2021-02-05 12:39 UT

 

Beberapa hari terakhir, space-track.org juga menyampaikan Tracking and Impact Prediction (TIP) yang meliputi prediksi waktu dan lokasi jatuh NORAD 38744. Informasi tersebut mulai dirilis 4 hari sebelum perkiraan jatuh, yakni sejak tanggal 2 Februari 2021 sekitar pukul 12 WIB. Berikut adalah ringkasan dari TIP Messages yang dirilis: 

Epoch Prediksi

Prediksi Waktu Jatuh

Jendela Waktu

Prediksi Lokasi

2021-01-07 05:03 UT

2021-02-04 00:00

  Decay Messages

2021-01-21 06:22 UT

2021-02-07 00:00

2021-01-14 06:32 UT

2021-02-06 00:00

2021-02-02 05:05 UT

2021-02-05 17:18 UT

1020 menit

3,4 LU; 34,9 BT

2021-02-02 14:08 UT

2021-02-05 11:14 UT

840 menit

30,4 LU; 101,0 BT

2021-02-03 11:21 UT

2021-02-05 00:53 UT

480 menit

35,8 LU; 108,6 BB

Gambar 2 menunjukkan fluktuasi waktu prediksi yang kami prediksi dibandingkan prediksi yang dirilis oleh space-track.org.

Gambar 2. Perbandingan prediksi waktu reentry NORAD 38744 dari space-track.org (merah) dan hasil perhitungan semi-analitik yang kami lakukan (hitam).

 

Prediksi lokasi jatuh secara akurat sulit untuk dilakukan mengingat benda bergerak dengan kecepatan tinggi. Dalam waktu 1,5 jam, NORAD 38744 dapat mengitari Bumi secara penuh. Maka dari itu, kesalahan prediksi waktu jatuh berimbas pada kesalahan prediksi lokasi jatuh yang cukup besar. Gambar 3 mengilustrasikan perkiraan lintasan objek pada tanggal 5 Februari 2021 setelah pukul 16.30 WIB. Dalam waktu 9 jam, NORAD 38744 sudah lebih dari 5 kali mengitari Bumi.

Gambar 3. Perkiraan lintasan NORAD 38744 pada tanggal 5 Februari 2021 pukul 16.30 WIB hingga 9 jam setelahnya. Warna menunjukkan ketinggian dari permukaan bumi. Pada umumnya, suatu benda yang sedang meluruh ketinggiannya, dinyatakan jatuh (mengalami atmospheric reentry) jika ketinggiannya terus merendah hingga mencapai 122 km. 

 

Sebagai informasi tambahan, jatuhnya Satelit Telkom 3 yang memiliki orbit dengan inklinasi 49,9° diperkirakan memiliki resiko korban jiwa yang amat rendah, yakni sekitar 1:140000. Pertimbangan utama perkiraan resiko tersebut adalah distribusi populasi manusia di muka Bumi tahun 2021 serta inklinasi orbit Satelit Telkom 3. Nilai resiko tersebut jauh di bawah ambang yang mengkhawatirkan, misalnya Amerika Serikat menggunakan ambang 1:10000. Meski demikian, LAPAN senantiasa melakukan pengecekan terhadap status objek serta bekoordinasi dengan PT Telkom Indonesia Tbk. dan Telkomsat terkait hal ini.

Seperti sudah disampaikan di atas, proses meluruhnya ketinggian suatu benda antariksa juga dipengaruhi oleh kondisi cuaca antariksa (selain oleh karakteristik benda bersangkutan seperti massa dan orientasi/sikap). Untuk mengetahui kondisi cuaca antariksa saat ini bisa dilihat di Space Weather Information and Forecast Services (SWIFtS). Adapun untuk mengetahui benda-benda antariksa buatan yang sedang melintas di sekitar wilayah Indonesia di bawah ketinggian 200 km bisa dilihat di laman Pemantauan realtime.

Laman pemantauan reentry Telkom 3 ini akan terus diperbarui dengan menggunakan data terbaru untuk mendapatkan akurasi yang lebih baik.